"Wish Coming True"

Dream. Wish. Love. Faith. and Fight. I Believe.. That's what life is all about..

Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Sekeping Impian..



Teruntuk yang telah mengajarkanku tentang sekeping impian
Membekaliku dengan secercah harapan
Mengenalkanku dengan tempaan perjuangan
Sebagian dari impian yang terwujud 2 tahun ini, ada sekeping impianmu dan sekeping impiannya.. dan juga Tuhan yang telah menjadikannya nyata.. 

Dari sudut kamar kecilku di Kumamoto, Jepang
Ditemani senandung lagu Yui-Goodbye Days kesukaanmu
Serta seberkas memori saat aku melintasi barisan bambu di Arashiyama dan meresapi terpaan gerimis di Lake Biwa Aqueduct
Sekali lagi aku percaya.. bahwa setiap orang yang ditakdirkan hadir di kehidupan kita pasti mengajarkan sesuatu hal selama kita bisa memaknainya 

Tunas sudah perjalananku di Kyoto
Mewakilimu melihat langsung tempat-tempat yang selalu ingin kau datangi
Terimakasih atas titipan pelajaran hidup yang sungguh berharga
Terimakasih atas semuanya.. 
Selamat ulang tahun dan selamat menempuh hidup baru, Uda 
smile emotic

Semangkuk Kitsune Udon


Jika waktu tak kasat mata
Jika waktu itu bernyawa
Mungkin hanya waktu yang tak mau tau perasaan manusia yang selalu dipermainkan olehnya

Ditulis dari sudut sepi Hanamaru Udon
Sambil bercengkrama dengan semangkuk kitsune udon
Membayangkan detik-detik kepulangan menjelang
Disini aku.. memutar kembali ingatan..

Gie's Poem.. Let the Dead be Dead!


"Semua kenangan-kenangan yang manis terbayang kembali, dan aku sadar bahwa semuanya akan dan harus berlalu. Ada perasaan sayang akan kenangan-kenangan tadi. Aku seolah-olah takut menghadap ke muka dan berhadapan dengan masa kini, dan masa lampau terasa nikmatnya. Tetapi aku mempunyai kesadaran yg teguh, bahwa Let the dead, be dead. There are men and women so lonely. They believe, God too is lonely." - Soe Hok Gie

The Sunset Myth..

Ada yang bilang senja itu romantis, dan hari ini aku membuktikannya. Di bawah naungan langit senja, aku dan "dia" duduk diam bersisian di pembatas jalan. Merekam moment selaksa senja dari celah viewvinder, bermain aperture, merangkai komposisi, luruh hanyut dalam imajinasi, hanya kamera kami yang bersuara.
Sekerjap senja berlalu, mengakhiri pertemuan ajaib kami. Aku dan "dia" yang pertama kali tak sengaja jumpa di suatu hari di kala senja, mungkin kelak akan lupa moment selaksa senja ini. Namun, jika ini salah satu scene dramatis dalam sebuah drama, tentu aku berharap Deva Mahenra yang jadi pemeran prianya. Lalu aku akan bertanya, "Suka motret juga ya? Boleh aku lihat hasil jepretanmu?". - The End -

Sejenak Berhenti


Saat langkah kakimu mulai tertatih
Saat sinar harapan semakin memburam dihapus kenyataan
Saat hatimu terasa berat menahan buncahan
Di saat-saat itu
Mungkin kau hanya harus sejenak berhenti
Merapikan kembali lubuk hati
Merelakan yang semestinya pergi
Tapi ingatlah, kau tak akan pernah sendiri
Selama masih ada Tuhan di ujung jalan
Selama kau terus berusaha, percayalah, (semoga) akan ada harapan baru yang lebih bersinar di seberang jalan sana
Pengganti harapan-harapan yg sudah terlanjur memburam
Dan kau akan bisa melangkah lagi

Tentang Kenangan..

6 tahun yang telah aku lalui di kota ini
Hanya akan terangkai menjadi 1 kata
KENANGAN
Melekat erat dalam memori 
Namun tak bisa terulang kembali

Malang, 21-07-12, 22:21, @kamar kost Watu Gong 3X

Sebuah Pesan Yang Tak Akan Pernah Tersampaikan

Dulu, di setiap tanggal ini, di bulan juli
Aku meminta uang saku lebih pada ibuku
Untuk membelikanmu hadiah
Lalu menuliskan "Selamat Ultah" di kartu ucapan untukmu

Dulu, di setiap tanggal ini, di bulan juli
Kita saling bertemu
Merayakan hari ulang tahunmu
Dan kau akan menraktirku
Semangkuk es campur di dekat gang rumahmu

Sejak 8 tahun yang lalu
Hingga kini
Di setiap tanggal ini, di bulan juli
Aku tak bisa lagi menemuimu
Untuk merayakan hari ulang tahunmu
Memberimu hadiah
Atau hanya sekedar mengucapkan "Selamat Ultah"
Dan kau pun tak bisa lagi menraktirku
Semangkuk es campur di dekat gang rumahmu

Kini, di setiap tanggal ini, di bulan juli
Hadiah untukmu hanyalah do'aku
Ucapan untukmu "Semoga Kau Tenang di Sana"
Karena engkau telah tiada
Tinggalkan kenangan
Dan sepenggal nama yang tak pernah lagi tereja
 
Elisa Rossa Yuliana
10 tahun kita sobatan, 10 tahun kita lalui bersama
Hingga akhirnya maut membawamu pergi dariku
Dan sejak saat itu kisahmu terhenti dari catatan kehidupanku

Kini,
8 tahun sudah kepergianmu
8 tahun sudah aku lalui hari-hari tanpamu
8 tahun yang semakin membuatku tersadar
Kaulah Sahabat Terbaikku

P.S:
Warung es campur langganan kita dulu, yang di dekat gang rumahmu itu, sudah lama dibongkar

Malang, 09 Juli 2012
Met Ultah ya, El :)

Cassiopeia

You are untouched star 
That stucks in far away galaxy of my own fantasy 
You sparkling me all night 
With your tender light 

Slowly but for sure 
I've been touched by 
Your kind and warming soul 

The way you carry yourself 
Always make me believe 
Yes, you are!! 
The one whom I've been searching for 

I love the eyes' smile of yours 
When you laugh, or 
When you seem so serious reading your book 
I love it, even when you're doing nothing 
I can say I love everything 
Everything about you 

Poor me, I hit by harsh reality 
Just like untouched star in fantasy galaxy used to be 
Which almost can't be seen in day light 
And get blurry when it rains at night 
That's the way you are to me 
Unreachable 

I guess it's time for you to be away, isn't it? 

Malang, 10-06-12, 03:06

Tentang..

Aku tertegun dalam bimbang 
Tentang perasaan 
Yang selalu ingin ku pungkiri 
Namun tak mampu ku akhiri 

Aku terjebak dilema 
Tentang harapan 
Yang tak mungkin terpenuhi 
Namun tak jua ku sadari 

Aku tertahan cinta 
Yang tak pernah ku bayangkan 
Datang seiring dengan penantian 

Malang, 10-06-12, 00:48

Sepatah Kata..

Sepatah kata 
Ungkapan makna 
Untaian rasa 
Sebuah pertanda 

Apalah arti 
Sepatah kata 
Jika di hati 
Lebih menggema 

Namun hati 
Tak bisa diduga 
Tanpa sepatah kata 
Yang mewakilinya 

Haruskah ku ucap? 
Sepatah kata itu 
Agar hatimu mendengar 
Sepatah kata 
Yang selalu menggema 
Dalam hatiku 

Malang, 10-06-12, 00:04 
(Sepatah kata dariku, 
Tak akan pernah terucap untukmu)

Di Balik Selaksa Senja

Selaksa senja biaskan sinar menggurat pipi
Rona wajah merekah
Mata pelan mengerjap, pancarkan binar
Seuntai senyum tersungging di bibir tipis
Membias senja lebih dramatis

Dari balik selaksa senja aku memandang sesosok rupawan
Yang selalu terlintas dalam angan
Memenuhi rongga dalam perasaan
Merusak mimpi dengan fiksi dan ilusi
Hanyutkan diri dalam rindu tak terperi
Sosok yang terasa jauh nian

Ia menatap
Aku terhentak
Namun hanya hening yang tercipta diantara kita
Ia tersenyum
Aku gemetar

Sejenak aku terpikat
Melupakan selaksa senja yang semakin pekat

Malang, 09-06-12, 20:05
(Sebuah dilema muncul kembali)

Kehidupan..

Pagi ini 
Saat aku bangun, membuka mataku 
Dan merasakan nafasku masih ada 
Aku sadar, aku masih hidup 

Saat mentari terbit di ufuk timur 
Dan biaskan sinar yang menembus tulang pipiku 
Aku sadar, setiap kehidupan mempunyai makna 

Akan selalu ada masa lalu 
Masa sekarang 
Dan masa depan dalam kehidupan 
Seperti saat aku bangun dan membuka mataku pagi ini 
Pagi kemarin, atau mungkin esok pagi 
Seperti itulah kehidupan akan terus berjalan 
Karena kehidupan tak akan pernah mati 
Karena akan ada kehidupan abadi setelah mati 

Maka renungilah dan syukurilah 
Dan ingatlah hakekat hidupmu 
Karena hidup adalah anugerah dariNya 
Yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapanNya 

Malang, 01-01-2012 
(Aku bersyukur aku hidup!! :)

Dilema..

Mengenal walau tak dekat
Mendekat aku tak mampu
Namun menjauh kian tak sanggup

Dari kejauhan aku mengharapmu
Di setiap sujudku terlafadzhkan namamu
Taukah kamu?
Kau biaskan cahaya di mataku kala aku memandangmu

Malang, 29-11-11, 20:32

Dear: SAHABAT..

Teman, 
Tak sabar kunantikan mentari pagi menjelang
Agar aku bisa menatapmu tampak menawan
Dengan setelan hitam-putih berdasi
Bersiap hadapi hari yang paling menentukan

Dan ku harap malam ini cepat berlalu
Agar terasa singkat waktuku
Menunggumu di ujung sudut
Dengan senyum haru di bibirku
Lalu memelukmu seraya berucap:

"Selamat.. Gefeliciteerd"
Selamat menyongsong hari yang baru
Selamat menyambut masa depanmu
Selamat berjuang wujudkan impian

Kawan,
Ijinkan aku tersenyum untukmu sekali lagi
Ketika ku tau nanti
Impian itu terwujud pasti

Keep Your DREAMS alive!!!

Hujan..

Terdiam ku di sini
Duduk telungkup mendekap lutut
Merelakan senja yang tak jua datang

Hujan pun berselang
Membawa udara dingin yang merambat
Memenuhi cakrawala

Di setiap sudut langit luas yang membentang
Di atas tempatku berpijak
Bintang selaksa malu pancarkan sinarnya

Malang, 21-04-10, 21:42

Tentang Seseorang..

Seseorang yang kau sayangi, tapi tidak kau cintai 
Seseorang yang selalu ada di sisimu 
Yang menangis bersamamu, lalu menghapus air matamu 
Yang memberimu ketegaran 
Yang mendekapmu dalam kehangatan

Yang memperhatikanmu dengan caranya 
Memandangmu dengan caranya 
Mencintaimu dengan caranya 
Yang mungkin kadang tak bisa kau mengerti 
Mengenalkanmu dengan hidupnya 
Dengan impiannya 
Dengan perjuangannya 

Dia 
Yang menjanjikan akan selalu ada untukmu 
Suatu saat nanti 
Suatu saat nanti, tapi itu pasti 
Dia akan menjadi seseorang yang kau cintai melebihi siapapun 
Akan menjadi seseorang yang tak bisa kau lupakan 
Menjadi seseorang yang terukir dalam di hatimu 

Meski kini ia tak lagi ada untukmu 
Tapi percayalah 
Dalam kekangan egonya ia bertahan menyayangimu 
Tetap memberikan dukungan untukmu, meski tak terlihat 
Memberikanmu cinta 
Yang mungkin tak lagi kau rasa secara nyata 
Ia akan terus di sana 
Karena kau yang paling tau 
Seberapa besar cintanya untukmu 

Malang, 22-01-10

Bromo-ku

Kau lukis jutaan bintang di langitmu 
Kala hawa dingin merasuk 
Teteskan embun di pucuk-pucuk pinus meranggas 
Namun sayang kabut sembunyikan sisi keindahanmu yang lain 
Hingga saat fajar menyingsing 
Sibakkan cantikmu berbingkai lautan pasir 

Aku rindu padamu Bromoku 
Masihkah kau seindah dulu 
Dua tahun lalu saat aku pertama kali menyapamu 

(1 day before road to Bromo, 31-12-09)

Di Sana Bukan Tempatku Lagi

Di sini aku
Menyusuri jalan basah dari sisa-sisa guyuran hujan
Melaju tanpa arah
Tak tau kemana tujuan
Yang ku tau hanyalah terus melaju

Ku belokkan motorku menuju gerbang kampus
Menyapa semburat kosong gazebo
Dan bundaran depan rektorat
Lalu melintasi bumi abang biru arek mesin

Kini ku berhenti di persimpangan
Memandang jauh kedua tempat itu
Tempatku dulu habiskan sisa waktuku

Inginku kesana sekedar curahkan rindu
Namun langkah terhenti
Di sana bukan tempatku lagi

Malang, 25-12-09, 18:06
(Detik-detik menjelang lengser dari organisasi,
Seperti kehilangan separuh jiwa)