"Wish Coming True"

Dream. Wish. Love. Faith. and Fight. I Believe.. That's what life is all about..

Showing posts with label reflection. Show all posts
Showing posts with label reflection. Show all posts

Belajar tentang Kehidupan dari Seorang Anak Kecil

 

Bagi saya setiap anak itu spesial. Mereka selalu punya karakter khusus, mengekspresikan apa yang mereka rasakan dengan cara polos dan unik yang kadang tak terpikirkan oleh pikiran orang dewasa. Maka ketika saya berkomunikasi dengan mereka, sebisa mungkin saya berusaha berbicara dengan "bahasa" mereka. Memposisikan diri sebagai seorang teman seumuran, menggali lebih dalam lalu kemudian memahami dan menanggapi apa-apa yang mereka utarakan. 

Hari ini saya dibuat terharu oleh Ilham, adek sepupu saya yang baru kelas 3 SD. Bermula dari cerita kesehariannya sewaktu di sekolah, tentang pelajarannya, temannya, nilai-nilainya di sekolah, sampai saat saya nyeletuk, "Pengen cilok nih, udah lama banget nggak makan cilok", cilok yang dijual di depan sekolahannya (yang dulu juga jadi sekolahan saya). Ia pun tertawa polos dan bilang kalau nggak ada cilok, adanya cimol atau pentol. Siapa sangka keesokan siangnya, sepulang dari sekolah di tengah jalan ia merengek minta dianter ke rumah saya, berlarian ke arah saya sambil menggenggam seplastik cimol seharga Rp. 4.000,00 yang ia beli dengan uang sakunya sendiri. Ia bilang, "Ini mbak aku beliin cilok, katamu pengen cilok". Saya yang bahkan sudah lupa kalau pengen cilok dibuat ternganga oleh kepolosan dan ketulusan anak kecil di hadapan saya ini. Bude yang jemput dia pulang bilang kalau tadi di jalan tiba-tiba Ilham minta dianter ke rumah saya, saat ditanya kenapa dia jawabnya "Mau ngasih cilok pesenannya mbak Iing". Uwow!! 

Rasanya saya dan anda para orang dewasa yang dibalik tindakan baiknya mungkin masih terselip "motif" harus lebih banyak belajar lagi tentang kepolosan, ketulusan, spontanitas dari anak kecil ini. Karena pelajaran hidup bisa kita dapat dari siapa saja khan? Dari seorang anak kecil sekalipun. Tinggal apakah kita bisa memaknainya atau tidak.

My Graduation Day


Alhamdulillah, sujud syukurku padaMu ya Allah atas segala berkah
Atas seribu impian besarku yang akhirnya terwujud satu-persatu
Menapaki jalan impian memanglah terjal dan berliku
Tapi atas kuasaMu.. apapun yang rasanya tak mungkin menjadi mungkin
2 tahun yang aku lalui di Jepang ini mungkin hanyalah sebatas rangkaian cerita dari secuil chapter hidupku
Namun Engkau telah tuliskan kisahnya dengan sangat indah

Semoga gelar dan ilmu ini barokah
Semoga kelak Kau wujudkan lagi seribu impianku yang selalu kututurkan padaMu Terimakasih Tuhan..
Terimakasih Jepang atas naunganmu selama 2 tahun ini: Kau biarkan aku menghirup udaramu, meminum airmu, berpijak di atas tanahmu, berlindung di bawah langitmu
Terimakasih sensei dan teman-teman lab.: atas pelajaran, pengalaman dan kenangan yang sungguh berharga untukku
Terimakasih atas Hoshino Labo Tunes CD dan messagenya.. 
Terimakasih semuanya.. sampai berjumpa di chapter impian selanjutnya
まった あした、Lassen Sie uns wieder treffen in Deutsch.. und es ist sicherlich!!!!!!

Sekeping Impian..



Teruntuk yang telah mengajarkanku tentang sekeping impian
Membekaliku dengan secercah harapan
Mengenalkanku dengan tempaan perjuangan
Sebagian dari impian yang terwujud 2 tahun ini, ada sekeping impianmu dan sekeping impiannya.. dan juga Tuhan yang telah menjadikannya nyata.. 

Dari sudut kamar kecilku di Kumamoto, Jepang
Ditemani senandung lagu Yui-Goodbye Days kesukaanmu
Serta seberkas memori saat aku melintasi barisan bambu di Arashiyama dan meresapi terpaan gerimis di Lake Biwa Aqueduct
Sekali lagi aku percaya.. bahwa setiap orang yang ditakdirkan hadir di kehidupan kita pasti mengajarkan sesuatu hal selama kita bisa memaknainya 

Tunas sudah perjalananku di Kyoto
Mewakilimu melihat langsung tempat-tempat yang selalu ingin kau datangi
Terimakasih atas titipan pelajaran hidup yang sungguh berharga
Terimakasih atas semuanya.. 
Selamat ulang tahun dan selamat menempuh hidup baru, Uda 
smile emotic

Hati


Beruntunglah mereka yang dianugerahi hati yang lembut
Sehingga selalu bisa memaknai dan meresapi dengan baik setiap kejadian-kejadian kecil yang mungkin tak akan bernilai suatu apapun di mata orang kebanyakan
Dan selalu menyadari bahwa setiap orang yang ditakdirkan hadir di kehidupan kita pasti menitipkan pelajaran hidup yang sungguh berharga
Karena segalanya dimulai dari hati
Selama kamu bisa merasakan dengan hatimu
Selama kamu selalu mengikutsertakan sepenuh hatimu dalam setiap sesuatu 
Maka pandanganmu terhadap sesuatu mungkin akan jauh berbeda
Mungkin kau akan jadi pribadi yang lembut
Menjadikan setiap kejadian yang melintas dalam hidupmu menjadi kejadian penting untukmu bisa terus belajar memaknainya
Menjadikan setiap orang-setiap moment bersamanya-setiap hal-hal kecil yang dilakukannya untukmu jadi tak ternilai harganya
Karena masih ada di luar sana, orang-orang yang tak pernah bisa menilai dengan hati, tak tersentuh, tak perduli, tak pernah bisa menghargai
Tak terketuk hatinya, baginya sebuah hubungan baik dengan orang lain hanyalah sebatas untuk memenuhi kepentingan-kepentingannya yang selama ini memang selalu bisa terpenuhi 
Karena ia "berada" dan selalu "minta" dilayani, bukan hubungan yang terjalin antara hati dengan hati, seolah ia tak punya hati

Quotes from Dorama Voice, 2009




あした が おわれば、ぼくらはそれぞれ の みち を あるき だす、とも に なやみ、とも に わらい、とも に なえたひび、ぜんぶ おもにに かかえながら ぼくら は また あるき はじめる。


After tomorrow.. we'll all start walking on different paths.. the days we worried together, laughed together, cried together.. holding all of those memories in our hearts.. we will once again.. start walking (Voice, 2009)

Semangkuk Kitsune Udon


Jika waktu tak kasat mata
Jika waktu itu bernyawa
Mungkin hanya waktu yang tak mau tau perasaan manusia yang selalu dipermainkan olehnya

Ditulis dari sudut sepi Hanamaru Udon
Sambil bercengkrama dengan semangkuk kitsune udon
Membayangkan detik-detik kepulangan menjelang
Disini aku.. memutar kembali ingatan..

Hakekat Sebuah Perjalanan


Pertemuan dan Perpisahan

Setiap pertemuan bisa jadi adalah pertemuan terakhir
Begitu juga dengan perpisahan
Setiap perpisahan bisa jadi perpisahan terakhir
Meski kamu saat itu mungkin saja berkata, "Nanti ketemu lagi ya, di lain waktu, di lain kesempatan."

Tak ada yang tau waktu itu ada atau tidak
Tak ada yang bisa menebak apakah akan ada kesempatan di kemudian hari
Tak ada yang kuasa menghindar dari apa yang telah digariskan

Kata-kata itu bisa jadi hanyalah harapan-harapan kosong saja
Itulah kenapa aku selalu gemetaran di setiap pertemuan yang mungkin sekaligus menjadi awal dari perpisahan
Karena aku tak tau itu yang terakhir ataukah bukan
Karena aku tak pernah siap kalau misalnya itu untuk yang terakhir kalinya

Dan sekali lagi aku telah dipisahkan setelah dipertemukan.. oleh Tuhan
Apa mungkin tak bertemu justru jadi pilihan terbaik? 
Karena dengan tak bertemu tak perlu bertatapan
Tak perlu merasakan kehadiran
Tak terikat perasaan
Dan tak ada yang tercabut dari hati saat seseorang akhirnya.. pergi

Gie's Poem.. Let the Dead be Dead!


"Semua kenangan-kenangan yang manis terbayang kembali, dan aku sadar bahwa semuanya akan dan harus berlalu. Ada perasaan sayang akan kenangan-kenangan tadi. Aku seolah-olah takut menghadap ke muka dan berhadapan dengan masa kini, dan masa lampau terasa nikmatnya. Tetapi aku mempunyai kesadaran yg teguh, bahwa Let the dead, be dead. There are men and women so lonely. They believe, God too is lonely." - Soe Hok Gie

Lensa Hati.. jiaaaahh :P


Seandainya hati ini kayak lensa kamera. Analoginya dia itu kayak AF-S NIKKOR 35mm f/1.8G yang lagi dibody-in di D7000, focal length-nya spesifik stuck segitu aja, nggak bisa dijauhin apalagi dideketin. Buat ngambil gambar harus orangnya yang maju-mundur nyesuaiin jarak. Udah gitu meski udah usaha ternyata ending hasil jepretannya malah nge-blur, susah difokusin. Jadi ya memang harus sabar "memfokuskan" sambil tetap maju-mundur nyesuaiin jarak itu tadi biar berhasil dapat jepretan yang fokus. Bukaannya kurang lebar sih.

Seberkas Cahaya


Pastinya akan ada seberkas cahaya yang terselip di antara penghujung untaian do'a 
Meski sekarang masih retak-retaknya saja yang terlihat oleh "indikator" mata manusia

"Anything is possible, even if only with 1-percent chance, we have to believe and we have to fight." - Lance Armstrong 


Moment


Mungkin kata-kata klise kalau bahagia itu sederhana ada benarnya juga
Sesederhana saat kita berusaha menikmati setiap momen apapun yang hadir di kehidupan kita
Resapilah momen demi momen, sebelum semuanya berlalu dan hanya menjadi sepenggal memori di penghujung hari

Sejenak Berhenti


Saat langkah kakimu mulai tertatih
Saat sinar harapan semakin memburam dihapus kenyataan
Saat hatimu terasa berat menahan buncahan
Di saat-saat itu
Mungkin kau hanya harus sejenak berhenti
Merapikan kembali lubuk hati
Merelakan yang semestinya pergi
Tapi ingatlah, kau tak akan pernah sendiri
Selama masih ada Tuhan di ujung jalan
Selama kau terus berusaha, percayalah, (semoga) akan ada harapan baru yang lebih bersinar di seberang jalan sana
Pengganti harapan-harapan yg sudah terlanjur memburam
Dan kau akan bisa melangkah lagi

Sebuah Perjalanan


Mungkin seperti inikah rasanya saat kau akhirnya mendapatkan apa yg benar-benar engkau inginkan?
Hambar.. tak (lagi) seindah yang kau bayangkan
Membuatmu ingin meraih yang lebih dari ini

Menelusuri sisi-sisi kehidupan di lain lini
Mencoba tantangan baru, mengalami hal-hal baru 
Dan bertemu orang-orang baru
Karena hidup akan terus berputar seperti itu

Saat jenuh mulai melandamu
Ingatlah satu..
Tujuan awal perjalananmu
  
Kumamoto, Kaikan, Room B-401, 21:48 GMT+9

Sebuah Renungan yang Terlupakan

Allah mengaruniakan kepada kita hati yang bersih, sehingga bisa menangkap hikmah dibalik kejadian apapun yang kita rasakan dan kita saksikan.
Karena penderitaan dalam hidup bukan karena kejadian yang menimpa, tetapi karena kita tertutup dari hikmah.
Allah Yang Maha Kuasa menakdirkan apapun, tidak pernah mendzhalimi makhluk-makhlukNya.
Kita sengsara adalah karena kita yang mendzhalimi diri sendiri.
Allah sudah berjanji kepada kita dengan janji yang pasti ditepati.
Maka, daripada kita sengsara oleh nikmat yang belum ada, lebih baik bagaimana yang ada bisa disyukuri.


Jadikan setiap ketakutan sebagai bagian dari nikmat yang membuat kita harus selalu berhubungan dengan Allah.

Setiap ancaman yang menakutkan harus membuat kita semakin yakin bahwa kita hanya milik Allah dan hanya DIAlah yang bisa menolong.
Itu semua yang akan memberikan ketenangan bagi kita.


Jangan sampai keyakinan kepada Allah mengurangi ikhtiar yang harus kita lakukan.

Sebaliknya, jangan sampai kegigihan ikhtiar kita memperlemah tawakkal kepada Allah.
Yang terbaik adalah kita harus bersungguh-sungguh ikhtiar diiringi ketawakkalan kepada Allah.
Allah Maha Mengetahui apa yang disembunyikan dan tersembunyi.
Dalam setiap kejadian pada dasarnya ada hikmah yang dapat kita petik jika telah dilakukan ikhtiar.


Segala kecemasan berpangkal karena kita kurang yakin kepada Allah.

Semoga Allah menghidupkan kita dengan ilmu yang benar dan mudah-mudahan Allah menghidupkan hati kita dengan iman dan rasa aman dengan kokohnya ma'rifatullah dan cinta kepada Allah.


- Terseok diantara kumpulan catatan kajian, 05-06-06 -

Tentang Kenangan..

6 tahun yang telah aku lalui di kota ini
Hanya akan terangkai menjadi 1 kata
KENANGAN
Melekat erat dalam memori 
Namun tak bisa terulang kembali

Malang, 21-07-12, 22:21, @kamar kost Watu Gong 3X

Sebuah Pesan Yang Tak Akan Pernah Tersampaikan

Dulu, di setiap tanggal ini, di bulan juli
Aku meminta uang saku lebih pada ibuku
Untuk membelikanmu hadiah
Lalu menuliskan "Selamat Ultah" di kartu ucapan untukmu

Dulu, di setiap tanggal ini, di bulan juli
Kita saling bertemu
Merayakan hari ulang tahunmu
Dan kau akan menraktirku
Semangkuk es campur di dekat gang rumahmu

Sejak 8 tahun yang lalu
Hingga kini
Di setiap tanggal ini, di bulan juli
Aku tak bisa lagi menemuimu
Untuk merayakan hari ulang tahunmu
Memberimu hadiah
Atau hanya sekedar mengucapkan "Selamat Ultah"
Dan kau pun tak bisa lagi menraktirku
Semangkuk es campur di dekat gang rumahmu

Kini, di setiap tanggal ini, di bulan juli
Hadiah untukmu hanyalah do'aku
Ucapan untukmu "Semoga Kau Tenang di Sana"
Karena engkau telah tiada
Tinggalkan kenangan
Dan sepenggal nama yang tak pernah lagi tereja
 
Elisa Rossa Yuliana
10 tahun kita sobatan, 10 tahun kita lalui bersama
Hingga akhirnya maut membawamu pergi dariku
Dan sejak saat itu kisahmu terhenti dari catatan kehidupanku

Kini,
8 tahun sudah kepergianmu
8 tahun sudah aku lalui hari-hari tanpamu
8 tahun yang semakin membuatku tersadar
Kaulah Sahabat Terbaikku

P.S:
Warung es campur langganan kita dulu, yang di dekat gang rumahmu itu, sudah lama dibongkar

Malang, 09 Juli 2012
Met Ultah ya, El :)

Sebuah Renungan Tentang Manusia

Beberapa hari yang lalu saya baru saja selesai menonton salah satu Japanese Dorama, Clone Baby (2010). Dorama ini bergenre Suspense, Science Fiction, Thriller, melibatkan unsur psychological warfare (perang psikologis) dari para pemerannya yang membentuk jalan cerita dari keseluruhan dorama.

Berikut adalah screen cap-nya,

Seperti yang tergambarkan dari title-nya, Clone Baby, menceritakan tentang human cloningAda 11 bayi kloning yang terlahir dari test tubes dengan tanda lahir asterisk (*) di lengan tangan kanannya, yang melambangkan "stars of fate". Hanya satu dari bayi kloning tersebut, yaitu Masamune, mempunyai tanda lahir pada lengan tangan sebelah kiri. Mereka lahir di malam 7 Juli, 19 tahun lalu, bertepatan dengan Tanabata Festival di Jepang.

Asteriks Birthmark

Dari 11 bayi kloning tersebut hanya satu yang berjenis kelamin perempuan. Mereka semua mempunyai sifat berbeda, tetapi dengan gen yang sama. Karena tidak boleh ada dua manusia kloning yang hidup dengan gen yang sama, mereka ditakdirkan untuk saling membunuh. Atas dasar itu, hanya ada satu kursi yang tersedia pada permainan metaforis dalam dorama ini. 11 nyawa diciptakan untuk memperebutkan satu kursi. Untuk mendapatkan kursi tersebut berarti harus menjadi satu-satunya manusia kloning yang bertahan hidup, yaitu dengan membunuh 10 kloning lainnya. Permainan ini disebut dengan "Musical Chairs".

"There is only one chair prepared for us in life."

Dalam permainan "Musical Chairs", berlaku Exclusive Divine Providence, hukum kloning yang membuat manusia kloning dengan gen yang sama secara naluriah mempunyai insting untuk saling membunuh satu sama lain.


There is only one rules in this game, "If you don't kill them, they'll kill you!!."

Insting naluriah untuk saling membunuh ini bisa muncul ketika dua manusia kloning dengan gen yang sama tadi saling bertemu dan berada di tempat yang sama. Bangkitnya insting dalam dorama ini ditandai dengan kemunculan wanita aneh yang terbungkus perban dan duduk di kursi roda, yang belakangan saya ketahui sebagai Master Clone dari 11 manusia kloning tersebut. Sekali insting itu terbangun, maka seterusnya tidak akan bisa disembunyikan. Satu-satunya cara untuk menghentikanExclusive Divine Providence adalah Restraint Tool, yaitu dengan membunuh Master Clone.

Masamune's insting has been awoken

Hukum lainnya yang tidak bisa dihindari oleh para manusia kloning adalah Magnetic Laws  yang memaksa mereka untuk tertarik satu sama lain. Ketika mereka bertemu, ada hukum tarik-menarik yang menarik mereka bersama-sama seperti magnet. 

Magnetic Laws

Kedua hukum kloning yang secara kuat mengikat manusia kloning tersebut dapat dibilang kontradiktif. Di satu sisi mereka akan saling tarik-menarik karena pengaruh Magnetic Laws yang tertanam dalam tubuh mereka, sedangkan di sisi lain di saat mereka sudah "tertarik" dan berada pada satu tempat yang sama, maka Exclusive Divine Providence yang akan berlaku, ditandai dengan bangkitnya insting naluriah untuk saling membunuh. Dipertemukan namun untuk saling membunuh, sungguh ironis ya?

6 manusia kloning yang tersisa dari Tanabata Cases, Aoyagi Masamune, Kikuchi Hiro, Katsushika Marika, Okabe Jotaro, Mikumo Gota, dan Ozu Satoshi baru menyadari kalau mereka adalah manusia kloning setelah mereka mengalami keanehan-keanehan dalam diri mereka karena pengaruh kedua hukum kloning tersebut. Dari sinilah inti cerita dari dorama ini bergulir. 

Setiap pemeran diceritakan mempunyai kompleksnya masing-masing sebelum identitas kloningnya terkuak.
  • Masamune selalu jadi korban kekerasan oleh teman-temannya, membuatnya hendak bunuh diri dan akhirnya kehilangan sebelah lengannya. Ia didonori lengan oleh kloning lainnya tanpa sepengetahuannya. 

Masamune's arms
  • Hiro bersahabat dengan Gota yang merupakan "Hero"nya sejak dari kecil, namun pada akhirnya Gota mati ditangannya sendiri. 

Hiro and his Hero
  • Cinta segitiga antara Masamune-Marika-Hiro. 

Love Triangle between Masamune, Marika and Hiro
  • Si God of Hacker Okabe yang pengecut dan menganggap dirinya sendiri lebih berharga dari siapapun. 

God of Hacker, Okabe
  • Gota jadi pengikut setia The Creator of Clones, Hazuki Soichiro, yang telah dianggap sebagai ayahnya sendiri, namun organ tubuhnya justru digunakan oleh Soichiro untuk keperluan si Master Clone

Gota, wild appearance but endless inside
  • Serta Satoshi, seorang pitcher tim baseball yang hampir membunuh Higuchi Riko (mantan peneliti di AGEC Clone Research Department) karena tawaran kloning untuk lengan tangan kanannya yang cidera fatal. 

The guy who is hard to give up, Satoshi

Keingintahuan terhadap hakekat diri mereka masing-masing membuat mereka kemudian mencari tahu. Untuk apa mereka (manusia kloning) diciptakan? Apakah nyawa dan hidup mereka sebagai manusia kloning sebegitu tak berartinya sehingga mereka harus saling membunuh? Ketika hanya tersisa tiga manusia kloning (Masamune, Marika, Hiro) dan Master Clone (???) yang keberadaannya masih menjadi misteri dalam cerita ini, teka-teki akhirnya terjawab perlahan.

Terkuaklah project tentang Asterisk Plan yang diprakarsai oleh Soichiro, peneliti di AGEC Clone Research Department yang juga merupakan The Creator of Clones. Project ini menciptakan 11 bayi kloning dengan cara menyampur sebagian gen yang berasal dari kromosom yang diambil dari sel somatik yang sama, sehingga terciptalah penampilan, sifat dan jenis kelamin yang berbeda meski dengan kesamaan gen.

Tujuan dari pembuatan kloning ini adalah untuk memperpanjang usia Hazuki Mio (yang ternyata adalahMaster Clone), anak dari Soichiro yang terserang penyakit Multiple Cell Failure, penyakit dimana organ-organ internal berhenti bekerja satu per satu. Ke-11 manusia kloning diciptakan agar organ-organ tubuhnya dapat didonorkan ke dalam tubuh si Master Clone.

Keberadaan kloning hanyalah untuk menyelamatkan nyawa manusia asli. Dengan kata lain mereka diciptakan untuk kemudian dibunuh dan diambil organnya, tidak lebih dari itu. Mio yang karakteristik fisik dan penyakit yang dideritanya sama persis dengan Marika, diharapkan dapat terdonorkan organ secara sempurna di usianya yang ke-20 pada 7 Juli, saat Tanabata Festival. 

The mysterious Master Clone, Mio


Procedure of internal organ donation

Layaknya film-film bergenre Suspense, Science Fiction, Thriller lainnya, Clone Baby menyajikan ending yang tidak bisa ditebak dan cukup memberikan sensasi yang menegangkan. Aktor dibalik project Asterisk Plan ternyata adalah Aoyagi Kazuma, ayah yang mengadopsi Masamune.

Awalnya ia memperalat Soichiro dan Mio, si Master Clone yang hanya digunakan sebagai test case-nya untuk mendirikan sebuah bisnis perkloningan. Namun, karena Masamune koma akibat terjatuh dari gedung bertingkat, motifnya pun berubah. Tanpa sepengetahuan dari Soichiro, ia menginstruksikan ke Gota untuk mengumpulkan ke-10 kloning lainnya. Dari sinilah mulai terjadi chaos diantara para kloning di pertengahan cerita.

Jantung, paru-paru, usus, dan juga lengan tangan sebelah kiri Masamune diperoleh dari hasil donor salah satu kloning yang bernama Kojima Ryuhei. Inilah yang menyebabkan Masamune kehilangan tanda lahir asterisk di lengan kirinya. Di sisi lain, insting Gota semakin membuas, membuatnya ingin terus menghabisi kloning-kloning lainnya, hingga akhirnya ia terbunuh di tangan Hiro.  
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Renungan sebagai bahan pembelajaran:
Dari sekelumit cerita Science Fiction tentang kloning manusia tersebut dapat diasosiasikan bahwa dalam proses kehidupan akan selalu ada yang namanya persaingan. Bicara tentang persaingan dalam proses kehidupan, saya jadi ingat salah satu materi pelajaran biologi sewaktu SMA dulu, yang membahas tentang "perjuangan sperma untuk menembus sel telur". Iya, yang saya maksud sperma yang "itu", yang bentuknya seperti ini lho:


(katanya) Sperma pas mau nembus sel telur itu kayak gini ilustrasinya

Menurut uji empiris, sebelum membuahi sel telur, sperma harus menempuh perjalanan sepanjang rahim dan saluran indung telur yang berjarak lebih dari 20 cm. Perjalanan itu harus ditempuh dalam waktu 10 menit, ini sama halnya kita berlari sejauh 400 km dalam 10 menit (dikutip dari: http://qorianisme.wordpress.com/2010/06/08/filosofi-perjuangan-setetes-sperma/). 

Setelah menempuh jarak sejauh itu, sperma masih harus berjuang lagi untuk menembus lapisan sel telur rahim agar bisa membuahinya. Sperma harus bersaing dengan puluhan, ratusan, atau bahkan jutaan sperma lainnya, karena hanya satu sperma saja yang nantinya berhasil menembus sel telur rahim. Dan setetes sperma itu menjadi KITA, MANUSIA.

Kalau dari awal penciptaannya saja manusia harus melalui suatu tahap persaingan, lalu bagaimana saat manusia itu tumbuh-berkembang dalam proses kehidupannya?

Bukanlah hal yang mengejutkan lagi kalau dalam seluruh aspek kehidupan manusia persaingan selalu ambil bagian. Sebelum kita lahir saja mas sperma sudah berjuang dan bersaing mati-matian dengan mas-mas sperma yang lain untuk membentuk kita. Lalu saat kita sudah oek-oek lahir di dunia apakah persaingan berakhir begitu saja? Tentu saja tidak!!

Sadarkah kita bahwa bayi oek-oek yang lain, yang lahir sebelum atau sesudah kita, secara otomatis kelak mungkin akan menjadi pesaing kita? Hal ini terbukti saat kita menginjak bangku sekolah. Sebelum resmi diterima di sekolah yang kita inginkan, kita harus melalui proses seleksi masuk dulu khan? Kenapa harus ada seleksi masuk? Karena tidak semua dapat diterima. Kenapa semua tidak dapat diterima? Karena ada kuota (sejumlah kursi) dan hanya yang memenuhi syarat yang dapat diterima.

Nah, dari sedikit pembahasan ini saja filosofi "Musical Chairs" tidak terbantahkan khan? Dan mau tidak mau kita harus siap menerima itu, karena persaingan akan terus berlanjut, tak akan berhenti sebelum kita mati. Setelah mati saja masih harus tetap bersaing kok, bersaing memperebutkan singgasana empuk di surga, dengan berbekal amalan baik kita selama di dunia.

Persaingan itu kalau diimajinasikan (nyerempet-nyerempet filosofi dorama Clone Baby) mungkin kayak insting naluriahnya manusia kali ya. Suatu saat ia bisa terbangun ketika ada dua manusia atau lebih saling bertemu (ataupun tidak bertemu) tetapi memperebutkan hal yang sama. Saat itulah insting naluriah untuk bersaing akan muncul dengan sendirinya dan nggak akan bisa ditolak. Jadi jangan heran kalau kita sering menemukan adanya persaingan dalam kehidupan kita sehari-hari. *senyum sok imut* :)

Buktinya?
Adik-adik yang ikut SMNPTN kemarin supaya lolos harus bersaing terlebih dahulu dengan ratusan yang lain khan? Teman-teman yang lagi berburu beasiswa atau kerjaan juga gitu, sama aja, sadar nggak sadar mereka sedang bersaing. Selain karena insting itu tadi juga karena memang harus bersaing kalau mau mendapatkan sesuatu yang sifatnya terbatas, yang kecil peluangnya, banyak yang menginginkan tetapi sedikit kuotanya. Lama-lama mereka kayak sperma ya? Saingan mulu. (sperma lagi, sperma lagi, hehe, frontal XD).

Binatang ternyata juga bersaing lho kalau mau tetap bertahan lama dalam rantai dan jaring-jaring makanan. Apalagi manusia yang ngakunya makhluk paling sempurna! Kalau statusnya sudah resmi manusia tapi nggak mau bersaing berarti dia kalah sama binatang dong! Binatang aja saingan!

"For the sake of humanity, humans are created. But when there’s a fight for survival, a fight to be the sole clone, an epic battle begins."
- Clone Baby -

Sama atau beda gennya yang namanya persaingan nggak akan bisa dihindari oleh sesama manusia. Di dorama itu saja gennya sudah sama tapi masih tetap gelibak-gelibuk saling bunuh untuk bertahan hidup gitu. Terus, bagaimana dengan manusia yang diciptakan nggak sama alias berbeda-beda ya? Beda dalam segala-galanya, beda fisik, DNA, pemikiran, status sosial, suku, agama, ras, dan sebagainya, dan sebagainya.
  1. Apa mereka bakalan saling bunuh juga? Harusnya sih nggak.
  2. Tapi buktinya? Ya ada yang saling bunuh juga sih, tapi masih banyakan yang nggak kok. 
Terus? Apa gunanya diciptakan sama dan apa gunanya diciptakan beda kalau endingnya tetap sama saja? Sama-sama nggak bisa damai gitu.

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu, dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah, ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mengenal." (QS.49:13)

Lha itu sudah dijawab langsung melalui firmanNya. Kalau ditelaah secara simpel sih intinya kita ini diciptakan berbeda-beda supaya saling mengenal. Saling mengenal, berinteraksi, lebih lanjut lagi saling membutuhkan, terus nggak bisa hidup sendiri. Makanya itu, manusia selain sebagai makhluk individu juga dikenal sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup dengan manusia lainnya, dan nggak akan bisa hidup sebagai manusia kalau nggak hidup di tengah-tengah manusia. 

Kalau balik menghubungkan lagi dengan dorama Clone Baby, saya kira filosofi Magnetic Laws  yang menarik manusia bersama-sama seperti magnet ada benarnya juga. Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai dorongan untuk saling berinteraksi, bahasa kerennya "kumpul-kumpul". Bisa dibilang setiap diri kita punya gaya tarik-menarik yang kuat dengan manusia lain, terbukti dari dorongan untuk saling berinteraksi itu tadi. Berasa kayak magnet aja ya? Tarik-menarik, tolak-menolak, tertarik terus nembak, nembak ditolak, JLEBB!!l  

Kesimpulannya, terdapat peran penting dari tiap individu terhadap individu lainnya dalam lingkaran sosial. Hal ini terwujud dalam hubungan timbal balik antara manusia, saling membutuhkan. 
  1. Kalau katanya saling membutuhkan, terus kenapa manusia harus bersaing juga dong? Khan jadi kontradiktif kalau gitu, saling membutuhkan tapi juga saingan. 
  2. Jawaban klisenya: Karena memang sudah kodratnya demikian *nyengir*. Ya gitu itu manusia, diciptakan untuk saling membutuhkan, tapi di sisi lain juga bakalan saingan, terus diciptakan berbeda-beda juga.
Maka dari itu, pada dasarnya yang salah itu bukan terletak pada apa perbedaannya, apa kesamaannya, kenapa harus berbeda, dan sebagainya. Tetapi yang salah adalah sudut pandang kita dalam menyikapinya. Sadar nggak sih, kadang justru diri kita sendiri yang menciptakan "garis-garis batas" itu sebagai tolak ukur yang membedakan antara hal-hal yang sama dan hal-hal yang beda. Terus akhirnya kita bersikap berdasarkan check list yang kita buat sendiri itu tadi. Kalau semua orang berpikiran seperti itu, bukan hal mustahil lagi manusia akan terpisahkan dalam kotak-kotak yang dibuatnya sendiri, seperti kata tokoh idolaku, Agustinus Wibowo:

"Garis batas! Seperti halnya gravitasi bumi dan oksigen, garis batas tidak terlihat, namun setiap langkah dan embusan napas kita dipengaruhi olehnya. Ada garis batas fisik, ada garis batas mental. Ada yang sementara, ada yang abadi. Garis batas geografis, sosial, biologis, status, gender, privasi, mental, spiritual, agama... semua memisahkan manusia dalam 'kotak' masing-masing."
- Garis Batas, halaman 7 -

Terus yang benar yang bagaimana dong? Yang benar bukanlah yang selalu mencari-cari kesalahan dan melakukan pembenaran atas segala hal, tapi yang selalu mencari tau lalu mencoba memahami apa yang tersirat di balik fenomena yang terjadi. Yang benar adalah yang selalu bertanya-tanya dan selalu mencoba mencari jawaban atas apa yang membuatnya gundah.- SEKIAN - 

Kalau saya boleh (iseng) mengkotak-kotakkan manusia,
Menurut saya, manusia-manusia yang sedang atau telah membaca note saya ini dapat dikotakkan menjadi beberapa kriteria, yaitu:
  1. Manusia yang dari awal sudah (berniat) malas membaca note saya 
  2. Manusia yang tertarik dengan note saya ini, kemudian membaca dan memahaminya lebih lanjut
  3. Manusia yang setelah membaca sebagian, menganggap note saya ini membosankan dan tidak berguna, lalu menutupnya 
  4. Manusia yang membaca note saya karena kurang kerjaan atau kurang hiburan
  5. Manusia yang hanya numpang eksis, tidak membaca, tidak memberikan komentar ataupun masukan, cuma nge-like saja
  6. Manusia yang merasa mendapatkan sesuatu setelah membaca note saya
  7. Manusia yang setelah merasa mendapatkan sesuatu lalu berniat minta ttd dan foto bareng saya 
  8. Manusia yang sukanya memilih yang lain-lain, yang bisa diisi sesuka hati, jadi ya silahkan isi sendiri ..................................................... 
Termasuk manusia dalam kotak yang keberapakah anda? :P 

Quotes penutup dari saya kali ini: 
"Kotak-kotakkanlah dirimu dan pemikiran-pemikiranmu secara bijak agar kau bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lain."

Quotes inspiratif dari dorama Clone Baby:
"Human and mice genes are 99% alike. Just the tiniest difference in genes has me named as a human and them named as mice." 

"Not being the same is helpful."

"You're a real person! We have the right to have a life. We're no different than anyone else!"

"No matter what reasons there may be, none are good enough to take someone's life for."

"There was never anyone who we could swap with from the start. We don't need anyone to take our places. There is a chair prepared for each and every one of us. Life is all about continuing to search for our own chair."

"None of the love I've seen is something that can be stolen by one person."

Di tulis pada malam 7 Juli'12,
Di keheningan kamar kost tersayang, Jalan Watu Gong 3x,

Sementara itu, kemistisan malam Festival Tanabata di Jepang sana, belum berakhir.............................................................