My New Sneakers^^, Tips Sebelum Beli Sneakers (All About Sneakers Part 1)
Unknown
Yang namanya sneakers pastinya udah nggak asing lagi buat kawula muda jaman sekarang. Kalau mereka ditanyain,
"Ke sekolah pakai sepatu apa? Sneakers."
"Kuliah? Ya sneakers dong!!"
"Kalau hang out? Lebih asyik pakai sneakers."
Itulah kenapa sneakers lagi nge-trend sekarang. Banyaknya variasi dari segi style dan juga laces yang disediakan di pasaran bisa jadi salah satu bukti kalau sneakers memang lagi in. Semakin nge-trend, semakin banyak orang yang pakai, lalu permintaan pasar kian meningkat. Efeknya produsen semakin berlomba-lomba memenuhi permintaan pasar dan bersaing dengan produsen lainnya untuk merebut pangsa pasar. Nah, dari situlah macam-macam sneakers mulai bermunculan, ya sebagai trick untuk memenangkan pangsa pasar itu tadi. Dan kita, sebagai konsumen-lah yang diuntungkan. Bisa memilih sneakers sesuai selera style kita, cukup modal duit aja.
![]() |
| Sneakers Image source: https://picasaweb.google.com/lh/photo/BWsHhiZv0YTdb4gFXw-Z4Q |
Bisa dibilang sneakers punya dualitas fungsi yang menjawab kebutuhan konsumen akan sepatu yang nyaman, tapi juga stylish. Pertama, sneakers nyaman dipakai dan cocok digunakan di hampir segala suasana (kecuali yang bersifat formal). Kedua, sneakers menawarkan casual style yang pas banget dengan selera style anak muda jaman sekarang.
Apalagi seiring dengan Korean Fever yang lagi mewabah di dunia, khususnya di Indonesia, sneakers yang 'identik' dengan style sepatunya para Korean Idols ini jadi semakin digemari.
![]() |
| Salah satu BB (Boy Band) Korea, SHINee, yang terkenal dengan sneakers stylenya Image source: http://hallyuaffect.blogspot.com/2011/08/shinee.html |
Big Bang's sneakers style
Image source: http://topicstock.pantip.com/woman/topicstock/2009/04/Q7810459/Q7810459.html
Bertolak dari kedua fungsi dan (sedikit) pengaruh Korean Wave tersebut, gejolak sneakers user wannabe dalam diriku mulai muncul kembali (#halah :D). Kebetulan lagi butuh sepatu buat main juga. Ini karena 3 sneakersku jaman masih kuliah dulu (warna cokelat, hitam-pink, putih-ungu) udah nggak layak pakai lagi dan sejak saat itu aku mulai beralih ke sepatu ke-cewek-cewek-an yang rasanya kurang nyaman untuk dikenakan saat berpergian.
Alhasil, mulailah dilakukan tahap hunting. Awalnya tentu saja lewat googling. Setelah nggak nemuin inspirasi tentang sneakers yang diingini, mendadak muncul ide brilliant. Pelototin MV (Music Video)nya BB dan GB Korea buat ngelihat sneakers yang dipakai. Dari hasil hunting yang 'aneh' itu akhirnya jadi tau gambaran sneakers yang mau dibeli. Kira-kira kayak gini nih:
![]() |
| Sneakers yang dipakai Taemin SHINee di MV Replay (Japanese Version) |
![]() |
| Sneakers yang dipakai Victoria f (x) di MV Pinocchio |
Kini saatnya merealisasikan target. Selasa, 10 Juli'12 aku meluncur ke Matos (Malang Town Square) bareng salah satu temenku. Setelah sempat melihat-lihat buku (sebentar) di Gramedia, kita naik ke lantai 3, menuju Matahari Department Store.
Mataku langsung bling-bling saat melihat salah satu sneakers merek Nevada warna peach. Ada pilihan warna kuning juga, dengan model yang hampir sama. Karena warna dan modelnya yang so catchy, tanpa nunggu dipersilahkan mbak/mas SPG, langsung aku coba sneakers itu. Sayangnya sneakers itu nggak ditakdirkan berjodoh denganku :(.
Setelah aku pakai, telapak kakiku kelihatan +jumbo, sangat kontras dengan ukuran badanku yang terbilang cungkring T.T. Sialnya, temenku juga bilang itu sneakers nggak pantes di kakiku. Nggak mau ambil resiko terlihat aneh saat nantinya pakai sneakers itu, akhirnya aku merelakannya dan memilih model lain. Padahal, selain dari segi warna dan model yang membuatku langsung jatuh hati (minus perekat di atas lacesnya), kualitasnya juga OK punya, dengan harga yang masih dapat ditolerir budget yang aku sediain.
Setelah aku pakai, telapak kakiku kelihatan +jumbo, sangat kontras dengan ukuran badanku yang terbilang cungkring T.T. Sialnya, temenku juga bilang itu sneakers nggak pantes di kakiku. Nggak mau ambil resiko terlihat aneh saat nantinya pakai sneakers itu, akhirnya aku merelakannya dan memilih model lain. Padahal, selain dari segi warna dan model yang membuatku langsung jatuh hati (minus perekat di atas lacesnya), kualitasnya juga OK punya, dengan harga yang masih dapat ditolerir budget yang aku sediain.
Sesaat setelah membuat mbak-mbak SPG bolak-balik stock room buat nyari ukuran 40 dari sneakers hitam variasi biru yang ternyata lagi kosong, mataku tertuju pada sneakers hitam dengan sedikit motif pink polka yang melingkar di bagian samping dan belakang sneakers. Mereknya Nevada juga, merek yang udah cocok dengan selera sekaligus budgetku (2 dari 3 sneakersku dulu mereknya Nevada lho :$).
Modelnya sih secara garis besar mirip dengan sneakers peach yang tadi, setipe lah, cuman bahannya yang beda, meski kualitasnya OK juga. Kalau sneakers peach dilapisi lagi dengan (semacam) plastik transparan yang bisa bikin efek glowing, yang hitam ini nggak ada unsur plastik transparannya. Awalnya sempet ragu sih, mau beli yang ini atau nggak jadi beli sekalian. Yang bikin ragu tentu aja warnanya yang so plain, hitam nge-dark gitu. Ditambah lacesnya kebetulan hitam juga sekalian. Mumumumu.. berasa no hope waktu itu :(. Tapi pas dicobain, diluar dugaan ternyata pantes juga, ukurannya juga siap sedia (size: 40). Terus kalau dilihat mirip-mirip sneakers yang dipakai Victoria f (x) :). Atas beberapa pertimbangan, akhirnya aku beli deh, dengan angan-angan langsung ganti lacesnya pakai yang warna-warni.
Modelnya sih secara garis besar mirip dengan sneakers peach yang tadi, setipe lah, cuman bahannya yang beda, meski kualitasnya OK juga. Kalau sneakers peach dilapisi lagi dengan (semacam) plastik transparan yang bisa bikin efek glowing, yang hitam ini nggak ada unsur plastik transparannya. Awalnya sempet ragu sih, mau beli yang ini atau nggak jadi beli sekalian. Yang bikin ragu tentu aja warnanya yang so plain, hitam nge-dark gitu. Ditambah lacesnya kebetulan hitam juga sekalian. Mumumumu.. berasa no hope waktu itu :(. Tapi pas dicobain, diluar dugaan ternyata pantes juga, ukurannya juga siap sedia (size: 40). Terus kalau dilihat mirip-mirip sneakers yang dipakai Victoria f (x) :). Atas beberapa pertimbangan, akhirnya aku beli deh, dengan angan-angan langsung ganti lacesnya pakai yang warna-warni.

Harga sneakersnya IDR 199.000, atau 200.000 kembali 1.000 kencring. Eh, tapi so lucky lho, pas udah di depan kasir tiba-tiba dibilangin sama mbak-mbak kasirnya kalau dapat diskon 25.000, jadinya ya tinggal bayar 174.900 aja gitu, atau 175.000 kembali 100 kencring beneran, haha :D. Padahal di bar codenya sama sekali nggak tertera diskon. Dalam rangka liburan kali ya Matahari bagi-bagi diskon. Lucky banget deh belinya pas hari itu! Alhamdulillah *sujud syukur*.
Sneakers yang aku beli (hanya) seharga 174.900 dengan kualitas jempolan ini (aku yakin banget bakalan awet) termasuk murah untuk ukuran sneakers dengan kualitas yang sama, tapi hasil produksi merek lain, misalnya: Converse, Reebok, Airwalk. So, tinggal pinter-pinternya milih aja sih.
Pengen tau gimana biar nggak salah pilih kalau mau beli sneakers? Berikut ini beberapa tipsnya:
Sneakers yang aku beli (hanya) seharga 174.900 dengan kualitas jempolan ini (aku yakin banget bakalan awet) termasuk murah untuk ukuran sneakers dengan kualitas yang sama, tapi hasil produksi merek lain, misalnya: Converse, Reebok, Airwalk. So, tinggal pinter-pinternya milih aja sih.
Pengen tau gimana biar nggak salah pilih kalau mau beli sneakers? Berikut ini beberapa tipsnya:
- Tanya pada diri sendiri, apa tujuan kamu buat beli sneakers? Apa karena memang sedang butuh alias keperluan mendesak, nggak begitu butuh alias nggak beli juga nggak masalah, atau sekedar pengen, buat nambah koleksi aja? Ini untuk hindarin kamu dari pola hidup konsumerisme. Kalau tujuanmu termasuk pilihan kesatu, silahkan simak tips selanjutnya. Tapi kalau kedua dan ketiga, scroll mouse-mu ke atas, pencet tombol (X) di pojok kanan atas, terus tutuplah blog ini sambil mencak-mencak, hehe :D
- Berapa budget yang kamu sediakan untuk beli sneakers? Harus jelas perhitungan berapa budget minimalnya, berapa maksimalnya. Tujuannya biar kamu nanti nggak kalap pas ngelihat barang bagus, tapi harganya jauh di atas budget kamu. Meski toh akhirnya kamu bisa bayar di atas budget, alangkah baiknya menghindari itu, agar keperluanmu akan barang lainnya nggak tertutupi hanya karena membeli satu barang di atas budget yang ditentukan. Bijak-bijaklah dalam urusan keuangan :P
- Setelah tau perkiraan budget minimal dan maksimalnya, mulailah googling atau minta pendapat temen kamu yang ahli dalam dunia per-sneakers-an, buat cari gambaran. Kira-kira sneakers yang kayak gimana yang kamu pengenin. Sesuaiin juga dengan kebutuhanmu. Butuh yang asal pakai aja, yang awet, yang stylish atau yang mengakomodir semuanya? Selanjutnya baru sesuaikan antara budget yang kamu sediain tadi dengan kriteria sneakers yang kamu butuhin. Ada nggak yang harganya sesuai dengan budget, tapi juga sekaligus menjawab kebutuhanmu? Nah, yang kayak gitu nanti yang harus kita pilih :)
- Tujuan beli sneakers udah jelas, budget dan gambaran sneakers yang dipengenin juga udah siap, pencarian alias hunting pun bisa dimulai. Amati lekat-lekat sneakers yang ada di hadapanmu satu-persatu. Lakukan metode evaluation by seeing, dengan mengelompokkan berdasarkan kriteria yang udah kamu buat tadi, terus berikan peringkat berdasarkan penilaianmu. Pada tahap ini jangan sampai tergoda nafsu ya! Tahan keinginan buat beli sneakers yang nggak sesuai dengan apa yang udah kamu rencanain, hanya karena barangnya waaah!! (bikin ngiler). Kebanyakan sih gitu
- Gimana? kira-kira ada yang nyerempet-nyerempet nggak barangnya? Kalau ada, OK dari segi model, bahan, warna, ukuran, terutama harga, ya langsung samber aja bawa ke kasir. Kalau minus satu kriteria, misalnya warnanya kurang kamu suka, masih bisa disiasatin kok. Kayak yang udah aku praktekin, ganti lacesnya biar lebih catchy meski warna dasar sneakersnya plain, kurang menarik. Kecuali kalau kamu defensive banget masalah style, ya jangan dipaksain, daripada nyesel belakangan. Demikian juga sebaliknya, kalau model dan warnanya bagus, ukurannya ada, tapi bahannya kurang berkualitas (jika dibandingin sama harganya) lebih baik kamu pertimbangkan lagi deh untuk beli
- Jangan pernah memaksakan membeli sesuatu kalau hatimu merasa kurang sreg, kecuali karena kondisi darurat, misalnya nggak ada barang alternatif lainnya. Belanja bukan hanya soal membeli sesuatu dengan duit, tapi juga soal kepuasan hati. Kalau kamu memaksakan untuk membeli, bisa jadi akhirnya nggak kamu pakai, karena pengaruh kurang puas itu tadi, malah jadi mubadzir khan? Ya mubadzir duitnya, mubadzir juga barangnya karena nggak kepakai. Sekali lagi, yang bijak ya :) *sambil ngomongin diri sendiri juga ini*
- Kurang lebih sekian tips dari aku :). Moga bisa bermanfaat buat kamu ya..
1:37 AM
fashion and style
,
tips
,
what's happening
Segarnya Sup Buah
Unknown
Bosen minum jus yang rasanya gitu-gitu aja? Hidangan sup buah atau yang juga dikenal dengan fruit soup bisa jadi opsi pengganti yang nggak kalah menyegarkan. Sup yang berisi bermacam-macam buah ini nggak hanya memberimu sensasi segar saat kamu menyantapnya, tapi juga menyehatkan. Berbagai vitamin dan mineral yang terkandung dalam buah baik untuk tubuh kamu lho.
Sebenernya gimana sih rasanya sup buah itu? Beda nggak sama es buah? Terus apa aja bahannya?
Untuk menjawab rasa penasaranku, aku pun meluncur bareng 2 orang temenku (Dessyong+Allafa fa fa) ke salah satu fruit bar yang nyediain sup buah. Nama kedainya Ling Ling Fruit Bar. Kedai ini terletak di Jalan Terusan Bondowoso No. 44, Malang.
Pengen tau deskripsi lebih lanjut tentang Ling Ling Fruit Bar? Silahkan kunjungi link berikut ini :)
http://www.malang-post.com/menukuliner/43887-serba-buah-ala-ling-ling-fruit-bar
Setelah nyampai sana, aku langsung memesan semangkuk Fresh Ling-Ling, isinya campuran buah-buahan yang dipotong-potong kemudian dicampur dengan kuah jus jeruk. Buahnya terdiri dari apel Fuji, melon, semangka, anggur merah, pear, strawberry, kiwi, buah naga. Tampilannya kayak gini nih? Sangat 'menggoda' selera, bukan? :P

Allafa fa fa pesan Fresh Ling-Ling juga, kalau Desyong pesan yang Summer Ling Ling. Pada dasarnya setiap menu sup buah di kedai ini berbahan dasar sama, yang membedakan hanyalah kuahnya. Summer Ling Ling misalnya, kuahnya dari jus mangga.
Soal rasa nggak usah ditanya lagi, maknyuuuusss, segeeer banget!! :D. Awalnya aku kira sup buah rasanya sama kayak es buah kebanyakan, ternyata nggak lho. Kalau es buah kuahnya dari air sirup yang ditambah dengan susu kental manis, sup buah bikinan Ling Ling Fruit Bar ini kuahnya dari jus buah segar, jadi lebih terasa fruitty alias buah banget, hehe :D.
Buat kamu yang pengen nyoba buat bikin sup buah, ini aku kasih linknya:
30 Resep sup buah:
http://www.gramedia.com/index.php/book/detail/9789792252057/30-Resep-Sop- Buah
Resep sup buah ala Ling Ling Fruit Bar:
http://halomalang.com/peta-malang/detail/lingling-fruit-bar
4:00 PM
food and beverage
,
Malang culinary
Sebuah Pesan Yang Tak Akan Pernah Tersampaikan
Unknown
Dulu, di setiap tanggal ini, di bulan juli
Aku meminta uang saku lebih pada ibuku
Untuk membelikanmu hadiah
Lalu menuliskan "Selamat Ultah" di kartu ucapan untukmu
Dulu, di setiap tanggal ini, di bulan juli
Kita saling bertemu
Merayakan hari ulang tahunmu
Dan kau akan menraktirku
Semangkuk es campur di dekat gang rumahmu
Sejak 8 tahun yang lalu
Hingga kini
Di setiap tanggal ini, di bulan juli
Aku tak bisa lagi menemuimu
Untuk merayakan hari ulang tahunmu
Memberimu hadiah
Atau hanya sekedar mengucapkan "Selamat Ultah"
Dan kau pun tak bisa lagi menraktirku
Semangkuk es campur di dekat gang rumahmu
Kini, di setiap tanggal ini, di bulan juli
Hadiah untukmu hanyalah do'aku
Ucapan untukmu "Semoga Kau Tenang di Sana"
Karena engkau telah tiada
Tinggalkan kenangan
Dan sepenggal nama yang tak pernah lagi tereja
Elisa Rossa Yuliana
10 tahun kita sobatan, 10 tahun kita lalui bersama
Hingga akhirnya maut membawamu pergi dariku
Dan sejak saat itu kisahmu terhenti dari catatan kehidupanku
Kini,
8 tahun sudah kepergianmu
8 tahun sudah aku lalui hari-hari tanpamu
8 tahun yang semakin membuatku tersadar
Kaulah Sahabat Terbaikku
P.S:
Warung es campur langganan kita dulu, yang di dekat gang rumahmu itu, sudah lama dibongkar
Malang, 09 Juli 2012
Met Ultah ya, El :)

10:52 PM
poem
,
reflection
Sebuah Renungan Tentang Manusia
Unknown
Beberapa hari yang lalu saya baru saja selesai menonton salah satu Japanese Dorama, Clone Baby (2010). Dorama ini bergenre Suspense, Science Fiction, Thriller, melibatkan unsur psychological warfare (perang psikologis) dari para pemerannya yang membentuk jalan cerita dari keseluruhan dorama.
Seperti yang tergambarkan dari title-nya, Clone Baby, menceritakan tentang human cloning. Ada 11 bayi kloning yang terlahir dari test tubes dengan tanda lahir asterisk (*) di lengan tangan kanannya, yang melambangkan "stars of fate". Hanya satu dari bayi kloning tersebut, yaitu Masamune, mempunyai tanda lahir pada lengan tangan sebelah kiri. Mereka lahir di malam 7 Juli, 19 tahun lalu, bertepatan dengan Tanabata Festival di Jepang.
Asteriks Birthmark
Dari 11 bayi kloning tersebut hanya satu yang berjenis kelamin perempuan. Mereka semua mempunyai sifat berbeda, tetapi dengan gen yang sama. Karena tidak boleh ada dua manusia kloning yang hidup dengan gen yang sama, mereka ditakdirkan untuk saling membunuh. Atas dasar itu, hanya ada satu kursi yang tersedia pada permainan metaforis dalam dorama ini. 11 nyawa diciptakan untuk memperebutkan satu kursi. Untuk mendapatkan kursi tersebut berarti harus menjadi satu-satunya manusia kloning yang bertahan hidup, yaitu dengan membunuh 10 kloning lainnya. Permainan ini disebut dengan "Musical Chairs".
"There is only one chair prepared for us in life."
Dalam permainan "Musical Chairs", berlaku Exclusive Divine Providence, hukum kloning yang membuat manusia kloning dengan gen yang sama secara naluriah mempunyai insting untuk saling membunuh satu sama lain.
There is only one rules in this game, "If you don't kill them, they'll kill you!!."
Insting naluriah untuk saling membunuh ini bisa muncul ketika dua manusia kloning dengan gen yang sama tadi saling bertemu dan berada di tempat yang sama. Bangkitnya insting dalam dorama ini ditandai dengan kemunculan wanita aneh yang terbungkus perban dan duduk di kursi roda, yang belakangan saya ketahui sebagai Master Clone dari 11 manusia kloning tersebut. Sekali insting itu terbangun, maka seterusnya tidak akan bisa disembunyikan. Satu-satunya cara untuk menghentikanExclusive Divine Providence adalah Restraint Tool, yaitu dengan membunuh Master Clone.
Masamune's insting has been awoken
Hukum lainnya yang tidak bisa dihindari oleh para manusia kloning adalah Magnetic Laws yang memaksa mereka untuk tertarik satu sama lain. Ketika mereka bertemu, ada hukum tarik-menarik yang menarik mereka bersama-sama seperti magnet.
Magnetic Laws
Kedua hukum kloning yang secara kuat mengikat manusia kloning tersebut dapat dibilang kontradiktif. Di satu sisi mereka akan saling tarik-menarik karena pengaruh Magnetic Laws yang tertanam dalam tubuh mereka, sedangkan di sisi lain di saat mereka sudah "tertarik" dan berada pada satu tempat yang sama, maka Exclusive Divine Providence yang akan berlaku, ditandai dengan bangkitnya insting naluriah untuk saling membunuh. Dipertemukan namun untuk saling membunuh, sungguh ironis ya?
6 manusia kloning yang tersisa dari Tanabata Cases, Aoyagi Masamune, Kikuchi Hiro, Katsushika Marika, Okabe Jotaro, Mikumo Gota, dan Ozu Satoshi baru menyadari kalau mereka adalah manusia kloning setelah mereka mengalami keanehan-keanehan dalam diri mereka karena pengaruh kedua hukum kloning tersebut. Dari sinilah inti cerita dari dorama ini bergulir.
Setiap pemeran diceritakan mempunyai kompleksnya masing-masing sebelum identitas kloningnya terkuak.
- Masamune selalu jadi korban kekerasan oleh teman-temannya, membuatnya hendak bunuh diri dan akhirnya kehilangan sebelah lengannya. Ia didonori lengan oleh kloning lainnya tanpa sepengetahuannya.
Masamune's arms
- Hiro bersahabat dengan Gota yang merupakan "Hero"nya sejak dari kecil, namun pada akhirnya Gota mati ditangannya sendiri.
Hiro and his Hero
- Cinta segitiga antara Masamune-Marika-Hiro.
Love Triangle between Masamune, Marika and Hiro
- Si God of Hacker Okabe yang pengecut dan menganggap dirinya sendiri lebih berharga dari siapapun.
God of Hacker, Okabe
- Gota jadi pengikut setia The Creator of Clones, Hazuki Soichiro, yang telah dianggap sebagai ayahnya sendiri, namun organ tubuhnya justru digunakan oleh Soichiro untuk keperluan si Master Clone.
Gota, wild appearance but endless inside
- Serta Satoshi, seorang pitcher tim baseball yang hampir membunuh Higuchi Riko (mantan peneliti di AGEC Clone Research Department) karena tawaran kloning untuk lengan tangan kanannya yang cidera fatal.
The guy who is hard to give up, Satoshi
Keingintahuan terhadap hakekat diri mereka masing-masing membuat mereka kemudian mencari tahu. Untuk apa mereka (manusia kloning) diciptakan? Apakah nyawa dan hidup mereka sebagai manusia kloning sebegitu tak berartinya sehingga mereka harus saling membunuh? Ketika hanya tersisa tiga manusia kloning (Masamune, Marika, Hiro) dan Master Clone (???) yang keberadaannya masih menjadi misteri dalam cerita ini, teka-teki akhirnya terjawab perlahan.
Terkuaklah project tentang Asterisk Plan yang diprakarsai oleh Soichiro, peneliti di AGEC Clone Research Department yang juga merupakan The Creator of Clones. Project ini menciptakan 11 bayi kloning dengan cara menyampur sebagian gen yang berasal dari kromosom yang diambil dari sel somatik yang sama, sehingga terciptalah penampilan, sifat dan jenis kelamin yang berbeda meski dengan kesamaan gen.
Tujuan dari pembuatan kloning ini adalah untuk memperpanjang usia Hazuki Mio (yang ternyata adalahMaster Clone), anak dari Soichiro yang terserang penyakit Multiple Cell Failure, penyakit dimana organ-organ internal berhenti bekerja satu per satu. Ke-11 manusia kloning diciptakan agar organ-organ tubuhnya dapat didonorkan ke dalam tubuh si Master Clone.
Keberadaan kloning hanyalah untuk menyelamatkan nyawa manusia asli. Dengan kata lain mereka diciptakan untuk kemudian dibunuh dan diambil organnya, tidak lebih dari itu. Mio yang karakteristik fisik dan penyakit yang dideritanya sama persis dengan Marika, diharapkan dapat terdonorkan organ secara sempurna di usianya yang ke-20 pada 7 Juli, saat Tanabata Festival.
The mysterious Master Clone, Mio
Procedure of internal organ donation
Layaknya film-film bergenre Suspense, Science Fiction, Thriller lainnya, Clone Baby menyajikan ending yang tidak bisa ditebak dan cukup memberikan sensasi yang menegangkan. Aktor dibalik project Asterisk Plan ternyata adalah Aoyagi Kazuma, ayah yang mengadopsi Masamune.
Awalnya ia memperalat Soichiro dan Mio, si Master Clone yang hanya digunakan sebagai test case-nya untuk mendirikan sebuah bisnis perkloningan. Namun, karena Masamune koma akibat terjatuh dari gedung bertingkat, motifnya pun berubah. Tanpa sepengetahuan dari Soichiro, ia menginstruksikan ke Gota untuk mengumpulkan ke-10 kloning lainnya. Dari sinilah mulai terjadi chaos diantara para kloning di pertengahan cerita.
Jantung, paru-paru, usus, dan juga lengan tangan sebelah kiri Masamune diperoleh dari hasil donor salah satu kloning yang bernama Kojima Ryuhei. Inilah yang menyebabkan Masamune kehilangan tanda lahir asterisk di lengan kirinya. Di sisi lain, insting Gota semakin membuas, membuatnya ingin terus menghabisi kloning-kloning lainnya, hingga akhirnya ia terbunuh di tangan Hiro.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Renungan sebagai bahan pembelajaran:
Dari sekelumit cerita Science Fiction tentang kloning manusia tersebut dapat diasosiasikan bahwa dalam proses kehidupan akan selalu ada yang namanya persaingan. Bicara tentang persaingan dalam proses kehidupan, saya jadi ingat salah satu materi pelajaran biologi sewaktu SMA dulu, yang membahas tentang "perjuangan sperma untuk menembus sel telur". Iya, yang saya maksud sperma yang "itu", yang bentuknya seperti ini lho:
(katanya) Sperma pas mau nembus sel telur itu kayak gini ilustrasinya
Menurut uji empiris, sebelum membuahi sel telur, sperma harus menempuh perjalanan sepanjang rahim dan saluran indung telur yang berjarak lebih dari 20 cm. Perjalanan itu harus ditempuh dalam waktu 10 menit, ini sama halnya kita berlari sejauh 400 km dalam 10 menit (dikutip dari: http://qorianisme.wordpress.com/2010/06/08/filosofi-perjuangan-setetes-sperma/).
Setelah menempuh jarak sejauh itu, sperma masih harus berjuang lagi untuk menembus lapisan sel telur rahim agar bisa membuahinya. Sperma harus bersaing dengan puluhan, ratusan, atau bahkan jutaan sperma lainnya, karena hanya satu sperma saja yang nantinya berhasil menembus sel telur rahim. Dan setetes sperma itu menjadi KITA, MANUSIA.
Kalau dari awal penciptaannya saja manusia harus melalui suatu tahap persaingan, lalu bagaimana saat manusia itu tumbuh-berkembang dalam proses kehidupannya?
Bukanlah hal yang mengejutkan lagi kalau dalam seluruh aspek kehidupan manusia persaingan selalu ambil bagian. Sebelum kita lahir saja mas sperma sudah berjuang dan bersaing mati-matian dengan mas-mas sperma yang lain untuk membentuk kita. Lalu saat kita sudah oek-oek lahir di dunia apakah persaingan berakhir begitu saja? Tentu saja tidak!!
Sadarkah kita bahwa bayi oek-oek yang lain, yang lahir sebelum atau sesudah kita, secara otomatis kelak mungkin akan menjadi pesaing kita? Hal ini terbukti saat kita menginjak bangku sekolah. Sebelum resmi diterima di sekolah yang kita inginkan, kita harus melalui proses seleksi masuk dulu khan? Kenapa harus ada seleksi masuk? Karena tidak semua dapat diterima. Kenapa semua tidak dapat diterima? Karena ada kuota (sejumlah kursi) dan hanya yang memenuhi syarat yang dapat diterima.
Nah, dari sedikit pembahasan ini saja filosofi "Musical Chairs" tidak terbantahkan khan? Dan mau tidak mau kita harus siap menerima itu, karena persaingan akan terus berlanjut, tak akan berhenti sebelum kita mati. Setelah mati saja masih harus tetap bersaing kok, bersaing memperebutkan singgasana empuk di surga, dengan berbekal amalan baik kita selama di dunia.
Persaingan itu kalau diimajinasikan (nyerempet-nyerempet filosofi dorama Clone Baby) mungkin kayak insting naluriahnya manusia kali ya. Suatu saat ia bisa terbangun ketika ada dua manusia atau lebih saling bertemu (ataupun tidak bertemu) tetapi memperebutkan hal yang sama. Saat itulah insting naluriah untuk bersaing akan muncul dengan sendirinya dan nggak akan bisa ditolak. Jadi jangan heran kalau kita sering menemukan adanya persaingan dalam kehidupan kita sehari-hari. *senyum sok imut* :)
Buktinya?
Adik-adik yang ikut SMNPTN kemarin supaya lolos harus bersaing terlebih dahulu dengan ratusan yang lain khan? Teman-teman yang lagi berburu beasiswa atau kerjaan juga gitu, sama aja, sadar nggak sadar mereka sedang bersaing. Selain karena insting itu tadi juga karena memang harus bersaing kalau mau mendapatkan sesuatu yang sifatnya terbatas, yang kecil peluangnya, banyak yang menginginkan tetapi sedikit kuotanya. Lama-lama mereka kayak sperma ya? Saingan mulu. (sperma lagi, sperma lagi, hehe, frontal XD).
Binatang ternyata juga bersaing lho kalau mau tetap bertahan lama dalam rantai dan jaring-jaring makanan. Apalagi manusia yang ngakunya makhluk paling sempurna! Kalau statusnya sudah resmi manusia tapi nggak mau bersaing berarti dia kalah sama binatang dong! Binatang aja saingan!
"For the sake of humanity, humans are created. But when there’s a fight for survival, a fight to be the sole clone, an epic battle begins."- Clone Baby -
Sama atau beda gennya yang namanya persaingan nggak akan bisa dihindari oleh sesama manusia. Di dorama itu saja gennya sudah sama tapi masih tetap gelibak-gelibuk saling bunuh untuk bertahan hidup gitu. Terus, bagaimana dengan manusia yang diciptakan nggak sama alias berbeda-beda ya? Beda dalam segala-galanya, beda fisik, DNA, pemikiran, status sosial, suku, agama, ras, dan sebagainya, dan sebagainya.
- Apa mereka bakalan saling bunuh juga? Harusnya sih nggak.
- Tapi buktinya? Ya ada yang saling bunuh juga sih, tapi masih banyakan yang nggak kok.
Terus? Apa gunanya diciptakan sama dan apa gunanya diciptakan beda kalau endingnya tetap sama saja? Sama-sama nggak bisa damai gitu.
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu, dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah, ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya, Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mengenal." (QS.49:13)
Lha itu sudah dijawab langsung melalui firmanNya. Kalau ditelaah secara simpel sih intinya kita ini diciptakan berbeda-beda supaya saling mengenal. Saling mengenal, berinteraksi, lebih lanjut lagi saling membutuhkan, terus nggak bisa hidup sendiri. Makanya itu, manusia selain sebagai makhluk individu juga dikenal sebagai makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup dengan manusia lainnya, dan nggak akan bisa hidup sebagai manusia kalau nggak hidup di tengah-tengah manusia.
Kalau balik menghubungkan lagi dengan dorama Clone Baby, saya kira filosofi Magnetic Laws yang menarik manusia bersama-sama seperti magnet ada benarnya juga. Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai dorongan untuk saling berinteraksi, bahasa kerennya "kumpul-kumpul". Bisa dibilang setiap diri kita punya gaya tarik-menarik yang kuat dengan manusia lain, terbukti dari dorongan untuk saling berinteraksi itu tadi. Berasa kayak magnet aja ya? Tarik-menarik, tolak-menolak, tertarik terus nembak, nembak ditolak, JLEBB!!l
Kesimpulannya, terdapat peran penting dari tiap individu terhadap individu lainnya dalam lingkaran sosial. Hal ini terwujud dalam hubungan timbal balik antara manusia, saling membutuhkan.
- Kalau katanya saling membutuhkan, terus kenapa manusia harus bersaing juga dong? Khan jadi kontradiktif kalau gitu, saling membutuhkan tapi juga saingan.
- Jawaban klisenya: Karena memang sudah kodratnya demikian *nyengir*. Ya gitu itu manusia, diciptakan untuk saling membutuhkan, tapi di sisi lain juga bakalan saingan, terus diciptakan berbeda-beda juga.
Maka dari itu, pada dasarnya yang salah itu bukan terletak pada apa perbedaannya, apa kesamaannya, kenapa harus berbeda, dan sebagainya. Tetapi yang salah adalah sudut pandang kita dalam menyikapinya. Sadar nggak sih, kadang justru diri kita sendiri yang menciptakan "garis-garis batas" itu sebagai tolak ukur yang membedakan antara hal-hal yang sama dan hal-hal yang beda. Terus akhirnya kita bersikap berdasarkan check list yang kita buat sendiri itu tadi. Kalau semua orang berpikiran seperti itu, bukan hal mustahil lagi manusia akan terpisahkan dalam kotak-kotak yang dibuatnya sendiri, seperti kata tokoh idolaku, Agustinus Wibowo:
"Garis batas! Seperti halnya gravitasi bumi dan oksigen, garis batas tidak terlihat, namun setiap langkah dan embusan napas kita dipengaruhi olehnya. Ada garis batas fisik, ada garis batas mental. Ada yang sementara, ada yang abadi. Garis batas geografis, sosial, biologis, status, gender, privasi, mental, spiritual, agama... semua memisahkan manusia dalam 'kotak' masing-masing."- Garis Batas, halaman 7 -
Terus yang benar yang bagaimana dong? Yang benar bukanlah yang selalu mencari-cari kesalahan dan melakukan pembenaran atas segala hal, tapi yang selalu mencari tau lalu mencoba memahami apa yang tersirat di balik fenomena yang terjadi. Yang benar adalah yang selalu bertanya-tanya dan selalu mencoba mencari jawaban atas apa yang membuatnya gundah.- SEKIAN -
Kalau saya boleh (iseng) mengkotak-kotakkan manusia,
Menurut saya, manusia-manusia yang sedang atau telah membaca note saya ini dapat dikotakkan menjadi beberapa kriteria, yaitu:
- Manusia yang dari awal sudah (berniat) malas membaca note saya
- Manusia yang tertarik dengan note saya ini, kemudian membaca dan memahaminya lebih lanjut
- Manusia yang setelah membaca sebagian, menganggap note saya ini membosankan dan tidak berguna, lalu menutupnya
- Manusia yang membaca note saya karena kurang kerjaan atau kurang hiburan
- Manusia yang hanya numpang eksis, tidak membaca, tidak memberikan komentar ataupun masukan, cuma nge-like saja
- Manusia yang merasa mendapatkan sesuatu setelah membaca note saya
- Manusia yang setelah merasa mendapatkan sesuatu lalu berniat minta ttd dan foto bareng saya
- Manusia yang sukanya memilih yang lain-lain, yang bisa diisi sesuka hati, jadi ya silahkan isi sendiri .....................................................
Termasuk manusia dalam kotak yang keberapakah anda? :P
Quotes penutup dari saya kali ini:
"Kotak-kotakkanlah dirimu dan pemikiran-pemikiranmu secara bijak agar kau bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lain."
Quotes inspiratif dari dorama Clone Baby:
"Human and mice genes are 99% alike. Just the tiniest difference in genes has me named as a human and them named as mice.""Not being the same is helpful.""You're a real person! We have the right to have a life. We're no different than anyone else!""No matter what reasons there may be, none are good enough to take someone's life for.""There was never anyone who we could swap with from the start. We don't need anyone to take our places. There is a chair prepared for each and every one of us. Life is all about continuing to search for our own chair.""None of the love I've seen is something that can be stolen by one person."
Di tulis pada malam 7 Juli'12,
Di keheningan kamar kost tersayang, Jalan Watu Gong 3x,
Sementara itu, kemistisan malam Festival Tanabata di Jepang sana, belum berakhir.............................................................
12:00 AM
movie review
,
reflection
Me and Ramen^^
Unknown
Berawal dari iseng bin penasaran banget pengen nyobain ramen, aku pun mulai berekspedisi hunting ramen di Malang. Pertama-tama sih nyari tau ke para penggemar ramen, terus dapet info beberapa resto yang nyediain menu ramen, kayak di Sugoi Tei, Hachi-Hachi @MX Mall, sama Roppongi Matos.
Dulu sempet makan ramen yang di Roppongi Matos itu. Tapi, berhubung "mengecewakan" alias nggak recommended banget, rasa penasaran buat nemuin ramen yang mantaaap jadi semakin menggebu-gebu, #halah @.@. Oh ya, aku pernah juga sih sekali ke Sugoi Tei, tapi waktu itu nggak berkesempatan buat nyobain ramennya. Lagian setelah ngerasain menu yang lain, ramennya semacam meragukan. Selain karena harganya yang lumayan nodong dompet juga. Hehe.. Sekali makan di sana langsung kempes aja ini dompet.
Anyway,
Kebetulan banget, beberapa hari yang lalu seorang temen sms ngasih tau kalau ada tempat jualan ramen di belakangnya Kampus ITN. Temenku itu lihat dari upload-an foto di fb temennya yang habis ke sana gitu deh, terus sambil ngiler dia nanya dimana TKP-nya. Berhubung aku lagi mupeng juga sama ramen, pas diajakin langsung tancap gas dah, meluncur ke TKP.
Dasar kita-nya lagi rada nge-heng hong waktu itu, setelah muter-muter mbuh udah berapa kali, akhirnya baru ketemu warungnya. Pantes aja susah nyarinya, secara warungnya nggak seperti yang kita bayangin gitu. Cuman dua petak ukuran kecil, dengan beberapa set meja dan kursi. Spanduknya juga warnanya dominan item, meski tulisannya merah, jadi kalau matanya nggak belok ya nggak kelihatan. Eh, tapi jangan salah, biar dari segi tempatnya kelihatannya nggak meyakinkan gitu, rasa ramennya mak nyuuuoss lho.
Di sini nih lokasi warung MIE RAME [N] nya, langsung check in dah^_^:
Jl. Bendungan Kedung Ombo No.5, Malang
Jadi kalau dari pertigaan ITN itu belok kiri, masuk gang yang di sebelah kanan jalan ada warung Soto Babon-nya, terus aja dikit, di sebelah kiri jalan ada warung kecil, tulisannya MIE RAME [N]
Menu ramennya cukup bervariasi, dengan macam-macam pilihan topping. Untuk topping-nya ada lobster, crab, shrimph, fish, sama salmon meatballs. Kamu bisa milih chicken teriyaki ramen plus masing-masing topping itu tadi. Harga per porsi tanpa topping Rp. 10.000,00, kalau nambah topping jadi Rp. 12.000,00. Lumayan terjangkau khan? Oh ya, ada pilihan level kepedasannya juga lho, mulai dari level 1-5. Tiap levelnya ditambahin 1 sendok sambal. Hmm, ramen+spicy=nendang banget dah! :D
Waktu itu aku pesen chicken teriyaki ramen with lobster ball topping level 2 (2 sendok sambal), kalau temenku pesen yang tanpa topping level 1 (1 sendok sambal). Kayak gini lho tampilan ramen pesenanku:
Chicken Teriyaki Ramen with Lobster Ball^_^
すこ゛く おいしい!!
すこ゛く おいしい!!
Untuk pilihan minumannya ada Es Nutrisari, Es Jeruk, dsb. Kisaran harganya Rp. 2.500,00-Rp. 4.000,00. Jadi, kalau kamu pesen semangkuk ramen pakai topping plus segelas minuman kamu cuman habis maksimal sekitar Rp. 16.000,00. Harga yang termasuk murah banget khan untuk ukuran ramen?
Testimoni (pribadi) setelah nyoba:
- Kuahnya berasa ngaldu, tapi nggak asin-asin banget, rasanya pas nyatu gitu ma chicken teriyaki-nya
- Perpaduan irisan wortel, kubis, tauge, sawi hijau yang direbus nggak terlalu matang dengan gurihnya nori (rumput laut) bikin sensasi crunchy diantara lembeknya mie
- Topping lobster meatballs-nya kenyal, enak, dan nggak amis
- Ternyata pilihan level 2 dengan 2 sendok sambal cukup bikin kamu hah-huh-hah-huh juga pas lagi makan, buat yang nggak tahan pedes aku saranin pesen yang level 1 aja ya :)
- Menurutku telur rebusnya itu justru sedikit merusak rasa deh, apalagi kalau kuning telurnya kecampur kuahnya, makanya usahain langsung sekali telen ya makan telur rebusnya #ngakak :D
- Oh ya, buat yang nggak terbiasa makan pakai sumpit, buat antisipasi mulai latihan aja sebelum ke sini, soalnya nggak disediain garpu (kayaknya sih), cuman sumpit ma sendok buat kuah aja. Temenku makannya lama lho gara-gara nggak bisa pakai sumpit @.@
- Overall, terlepas dari tempatnya yang kurang luas+kurang cozy juga, rasa ramennya bikin nagih pengen mamam ke sana lagi nih T.T mumumu*ngeceeess*..
Harapanku, moga nanti tempatnya bisa berkembang jadi lebih luas lagi, punya prospek kok, very very recommended!!
Temen-temen yang lagi di Malang, silahkan datang nyobain ramennya ya^_^
2:44 PM
food and beverage
,
Malang culinary
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)




+Sneakers.jpg)





















