"Wish Coming True"

Dream. Wish. Love. Faith. and Fight. I Believe.. That's what life is all about..

Resep Tumis Buncis plus Bakso ala Chef Neira Yumeko..oishiiiiiiiiiii^^

Ehem.. resep ini aku namain "Tumis Buncis plus Bakso", 
Kalau versi jawa-nya sih "Oseng-oseng Buncis plus Bakso" (lah apa bedanya?), hehe..
Tau nggak kenapa kok dibilangnya oseng-oseng?
Ngasal aja nih, paling gara-gara pas digoreng bunyi sreng-sreng-sreng kali ya? Hahaha.. garing!! :P



Buat temen-temen para calon ibu-ibu, aku bagiin deh resep gimana cara bikinnya :) 
Ini resep warisan dari bundaku lho, 
Gampang kok.. 
Are you ready?? Mulai yuuk, Ibu-ibu.. 

Bahan:* 

  • 4 buah bakso halus (bisa diganti hati ayam, udang, dll), iris sesuai selera 
  • Buncis (berapa gram ya? nggak sempet nimbang, ya sesuai selera aja deh), iris serong tipis 2 cm (kalau nggak bisa ngukurnya, ya nggak usah pakai penggaris segala, dodol itu mah :D) 
  • 4 siung bawang putih, iris halus 
  • 2 siung bawang merah, iris halus juga 
  • 4 cabe merah besar, jangan lupa buang isinya, iris serong (boleh juga kalau mau dikasih cabe hijau) 
  • 1/2 tomat, potong jadi 4 bagian kecil 
  • 1 lembar daun salam 
  • 1 ruas jari lengkuas/laos 
  • 2 sdm kecap manis 
  • Gula merah/gula jawa, secukupnya 
  • 1 sdt garam 
  • Kaldu/kuah bakso 

*Untuk 2 porsi 

Cara memasak: 
  1. Panaskan minyak goreng pada wajan (awas, keliru panci :P), tunggu hingga minyak cukup panas untuk menumis 
  2. Tumis berturut-turut: bawang putih, bawang merah, daun salam, lengkuas, cabe merah, gula jawa, tunggu hingga agak layu dan harum 
  3. Masukkan tomat, lalu masukkan bakso, tunggu hingga berubah warna 
  4. Masukkan buncis, lalu tambahkan kaldu/kuah bakso sedikit demi sedikit 
  5. Tambahkan garam dan kecap manis, tunggu hingga bumbu meresap dan gula jawa mencair 
  6. Terus rasain, jangan sampai keasinan lho ya, kecuali kalau udah ngebet nikah, masukin aja sebungkus-bungkusnya, hehe 
  7. S-e-l-e-s-a-i..
Gimana? 
Gampang khan bikinnya?^_^

Hmmm, 
So yummmmyyyyyy!! 

Selamat mencoba ya, Ibu-ibu.. 
Calon bapak-bapak juga boleh kok nyoba, asyiiik juga tuh punya suami pinter masak 
Khan bisa gantian, hehe.. 

Tunggu resep ala Chef Neira Yumeko berikutnya ya :)

Tentang Seseorang..

Seseorang yang kau sayangi, tapi tidak kau cintai 
Seseorang yang selalu ada di sisimu 
Yang menangis bersamamu, lalu menghapus air matamu 
Yang memberimu ketegaran 
Yang mendekapmu dalam kehangatan

Yang memperhatikanmu dengan caranya 
Memandangmu dengan caranya 
Mencintaimu dengan caranya 
Yang mungkin kadang tak bisa kau mengerti 
Mengenalkanmu dengan hidupnya 
Dengan impiannya 
Dengan perjuangannya 

Dia 
Yang menjanjikan akan selalu ada untukmu 
Suatu saat nanti 
Suatu saat nanti, tapi itu pasti 
Dia akan menjadi seseorang yang kau cintai melebihi siapapun 
Akan menjadi seseorang yang tak bisa kau lupakan 
Menjadi seseorang yang terukir dalam di hatimu 

Meski kini ia tak lagi ada untukmu 
Tapi percayalah 
Dalam kekangan egonya ia bertahan menyayangimu 
Tetap memberikan dukungan untukmu, meski tak terlihat 
Memberikanmu cinta 
Yang mungkin tak lagi kau rasa secara nyata 
Ia akan terus di sana 
Karena kau yang paling tau 
Seberapa besar cintanya untukmu 

Malang, 22-01-10

Bromo-ku

Kau lukis jutaan bintang di langitmu 
Kala hawa dingin merasuk 
Teteskan embun di pucuk-pucuk pinus meranggas 
Namun sayang kabut sembunyikan sisi keindahanmu yang lain 
Hingga saat fajar menyingsing 
Sibakkan cantikmu berbingkai lautan pasir 

Aku rindu padamu Bromoku 
Masihkah kau seindah dulu 
Dua tahun lalu saat aku pertama kali menyapamu 

(1 day before road to Bromo, 31-12-09)

Di Sana Bukan Tempatku Lagi

Di sini aku
Menyusuri jalan basah dari sisa-sisa guyuran hujan
Melaju tanpa arah
Tak tau kemana tujuan
Yang ku tau hanyalah terus melaju

Ku belokkan motorku menuju gerbang kampus
Menyapa semburat kosong gazebo
Dan bundaran depan rektorat
Lalu melintasi bumi abang biru arek mesin

Kini ku berhenti di persimpangan
Memandang jauh kedua tempat itu
Tempatku dulu habiskan sisa waktuku

Inginku kesana sekedar curahkan rindu
Namun langkah terhenti
Di sana bukan tempatku lagi

Malang, 25-12-09, 18:06
(Detik-detik menjelang lengser dari organisasi,
Seperti kehilangan separuh jiwa) 

Pancake Lophe-Lophe ala Chef Neira Yumeko^^

Chef Neira Yumeko is back!! :)

Kali ini saya akan membagikan resep cukup simple tapi lagi nge-trend gara-gara pesona akang Ji Hoo Sunbae di drama Korea BBF. 
Apakah itu?
Yup, bener banget, pancake! 

Biar terkesan "beda" kita buat yang versi lophe-lophe yuk..


Bahan:
  • Tepung kue Pondan Pancake & Crepes Mix 
  • Air 
  • Margarin 
  • Meses 
  • Gula halus 
Alat:
  • Teflon anti lengket 
  • Spatula/soletan 
  • Sendok sayur 
  • Cetakan pan cake berbentuk love

Cara membuat pancake:
  1. Campurkan Pondan Pancake & Crepes Mix dengan air (secukupnya), lalu aduk dengan spatula/soletan hingga merata, tambahkan gula sesuai selera 
  2. Olesi cetakan pancake dengan margarin secara tipis, ratakan ke seluruh bagian cetakan 
  3. Panaskan teflon anti lengket dengan api sedang, letakkan cetakan pancake di atasnya, lalu panaskan margarin 
  4. Panggang pancake dengan cara menuangkan 1 sendok sayur adonan ke dalam cetakan. Balikkan pancake bila telah terbentuk gelembung-gelembung di seluruh permukaan 
  5. Setelah pancake matang di kedua sisi, angkat kemudian tiriskan 
  6. Sajikan pancake dengan meses dan gula halus, atau bisa juga diganti dengan sirup maple atau madu 
  7. S-e-l-e-s-a-i..

Cobaan Menjelang Umurku Yang Ke-21

Bismillah,
Semoga rahmat Allah senantiasa tercurah untuk kita semua.

Sabtu tengah malam aku tiba di kotaku tercinta. Kali ini bukan pulang dengan keriangan, tapi kesedihan. Sedih, ketika menyadari sang ayah tercinta terkulai lemas dalam sakitnya. Kepulanganku yang kujadwalkan hanya 3 hari ini, memang untuk menunjukkan bhaktiku sebagai seorang anak. Setidaknya berusaha ada di samping ayah, di saat-saat terberat yang kini sedang dilaluinya. 

Kemarin pagi, saat aku masih terlelap dalam tidur lelahku, karena mabuk perjalanan yang kali ini membuatku trauma, sosok ayah mendatangiku, mengusap lembut wajahku, seraya berkata: 
"Kamu nggak apa-apa, Nak? Khan ayah udah bilang, nggak usah pulang nggak apa-apa."
Hatiku sesak mendengar suara ayah. Ku raih telapak tangannya, lalu menciumnya dengan penuh rasa sayang.
"Ayah cepet sembuh ya."
Bisa dibilang aku memang anaknya yang paling dekat. Satu-satunya anak perempuan yang paling ia sayang. Ayah bukan hanya berperan sebagai orang tua bagiku, tapi juga teman tempatku menumpahkan semua cerita senang dan sedihku. Dan ketika melihat ayah yang terkulai lemas tak berdaya karena sakitnya ini, jujur aku merasa kehilangan sosoknya yang riang. Aku yang biasanya cuap-cuap cerita apa saja ke ayah, kini hanya bisa sejenak terdiam. Diam dalam kelunya bibirku sendiri.

Beberapa jam yang lalu, di ruang tengah. 
Ayah, seperti biasa, tergeletak lemas di sofa depan tv. Selimut tebal menutupi tubuhnya yang meriang. Ibu masih berkutat dengan tugas-tugas kantornya. Sedangkan adek-adekku, duduk di sebelah ayah, dan aku, memandangi ayah dari sofa di seberangnya.
"Iing, selamat ulang tahun ya, mau minta kado apa??."
Suara ayah terbata-bata, mengucapkan kalimat demi kalimat yang seolah menusuk hatiku. Rasanya air mata ini sudah memenuhi pelupuk mataku, dan sebentar lagi akan jatuh. Sialnya suasana hati membuat bibirku kelu tuk berucap.
"Hmm, masih selasa kok, Be! Iing nggak minta apa-apa, pengen Babe cepetan sehat lagi, do'anya aja moga bisa ke Jepang, Amin. Nggak mungkin juga khan minta dicariin suami, haha.", Aku mencoba tertawa mencairkan suasana.
Bagiku, ultahku kali ini adalah ultah tersedih di sepanjang 21 tahun perjalanan hidupku. Hari ulang tahun yang setiap tahun hampir selalu aku lalui dengan orang-orang yang aku sayangi dan orang-orang yang menyayangiku, kini, dengan kelapangan hati, harus ku terima kenyataan bahwa aku melewatkannya sendirian.

Kalau saja bisa, pasti akan ku tukar separuh kebahagiaanku di umurku yang ke-21 ini dengan sembuhnya ayah. Karena kado yang terindah di ultahku yang ke-21 ini adalah kesembuhan ayahku tercinta. Sungguh, aku hanya minta itu, Ya Allah. Ku harap Engkau mengabulkannya. Kembalikan keceriaan keluarga kami.

Quotes of the day:
"Kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi semenit, sejam, sehari ataupun setahun yang akan datang. Yang kita tau hanyalah kepastian yang kita dapatkan pada detik ini. Maka dari itu, jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa membahagiakan ayah dan ibu. Berikan mereka cinta dan kasih sayang seperti yang telah mereka curahkan untuk kita."
Semoga kesempatan itu akan selalu ada^_^